STOP !! MEROKOK.. SEDOT ROKOK ELEKTRONIK AKAN MEMICU KEMATIAN. BACA INFONYA DI SINI. ( TOLONG BAGIKAN ).

Pengganti rokok, e-cigs (electronic cigaretes) jadi beresiko untuk kesehatan, bahkan juga berujung kematian.



Pemakai E cigarette mesti waspada

Rokok elektronik atau electronic nicotine delivery sistem (ENDS) dikira sebagai alat penolong untuk mereka yang kecanduan rokok agar berhenti merokok. Alat ini di pasarkan sebagai alternatif yang lebih aman dari product tembakau umum. Label “HEALTH” juga terpasang terang pada kemasannya.


Tetapi, Dr Danardi Sosrosumihardjo, SpKJ, Direktur Pengawasan NAPZA Badan Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) menyampaikan, selama ini Kementerian Kesehatan serta BPOM belum dapat mereferensikan ENDS sebagai pengganti rokok karena memiliki kandungan bahan kimia yang punya potensi toksik pada badan.

Dianya menerangkan, berdasar pada riset yang dikerjakan WHO pada beberapa sampel product ENDS diketemukan beberapa bahan seperti nikotin, dietilen glikol, gliserin, serta nitrosamin.

“Selain itu, product ini dapat memiliki kandungan banyak senyawa karsinogen, walau dalam kandungan yang lebih kecil di banding rokok umum, ” katanya.

ENDS memanglah tak membahayakan perokok pasif karena dampak asap yang diakibatkan cuma buatan serta merangsang sugesti perokok aktif. Tetapi, dengan cara tak sadar, ENDS begitu berisiko untuk perokok aktif apabila dibanding dengan rokok tembakau.

Rokok tembakau dapat di ketahui kandungan nikotin serta TAR-nya lantaran terdaftar pada paket, sedang ENDS tak ada info apapun mengenai kandungan product ini. Lantaran produknya yang refill atau isi lagi, perokok aktif tak dapat tahu seberapa banyak nikotin yang masuk kedalam paru-paru.

“Pemakaiannya bergantung orangnya, bila orangnya tak dapat mengatur diri, dia tidak bakal perduli berapakah kali mesti isi lagi, makin lama dia dapat keracunan nikotin, ” katanya.

Sekarang ini WHO sendiri masihlah berasumsi apapun product yang memiliki kandungan nikotin beresiko untuk kesehatan. Bila ENDS dikira dapat jadi therapy atau pengganti untuk pecandu rokok, rasa-rasanya ada banyak uji klinis yang perlu dikerjakan.

“Nantinya, bukanlah melakukan perbaikan kesehatan, jadi turunkan kesehatan lagi,